Halo, saya Kodak.
Kalau kamu menonton film Meksiko, acara televisi, atau video di internet, kamu mungkin akan mendengar seseorang tiba-tiba berseru:
¡Híjole!
Kadang orang itu terlihat takjub.
Kadang ia terlihat khawatir.
Di lain waktu, ia berhenti sejenak dan berkata híjole… sebelum memberi jawaban yang tidak enak.
Ini sering membingungkan pemula bahasa Spanyol, karena subtitle Indonesia bisa menerjemahkan kata yang sama dengan cara yang berbeda-beda:
Waduh!
Ya ampun!
Astaga!
Buset!
Hmm…
Terjemahan-terjemahan itu kelihatan sangat berbeda, padahal semuanya terhubung oleh satu gagasan dasar yang sama.
Di artikel ini kita akan membahas apa arti híjole, bagaimana cara melafalkannya, kapan orang Meksiko memakainya, dan apa bedanya dengan ungkapan seperti no manches.
Yang benar yang mana, ya?
Híjole menunjukkan bahwa ada sesuatu yang membuat si penutur berhenti sejenak lalu bereaksi secara emosional.
Situasi dan nada bicaranya yang menentukan apakah reaksi itu berupa kaget, kagum, khawatir, kesal, atau ragu-ragu.
Apa Arti Híjole dalam Bahasa Spanyol?
Híjole adalah kata seru informal yang sangat lekat dengan bahasa Spanyol Meksiko.
Kata ini dipakai ketika ada sesuatu yang memicu reaksi kuat dan spontan.
Khawatir: Waduh! / Aduh!
Merasa berat: Ya ampun! / Duh!
Kagum: Wah! / Astaga!
Ragu-ragu: Hmm… / Anu…
Jengkel: Ampun deh! / Ya elah!
Híjole tidak menggambarkan satu emosi tertentu.
Yang dimilikinya adalah satu citra inti:
Situasi itu bisa jadi sangat menyenangkan, sangat buruk, sulit, bikin tidak enak, mengagumkan, atau mengkhawatirkan.
¡Híjole! yang diucapkan cepat dan bersemangat kira-kira sama dengan “Wah!”
Híjole… yang diucapkan pelan-pelan lebih dekat ke “Waduh”, “Wah, itu berat”, atau “Saya bingung mau jawab apa”.
Ini mirip kata waduh dalam bahasa Indonesia: nadanya yang menentukan, bukan kamusnya.
Cara Melafalkan Híjole
Perkiraan bunyi untuk telinga Indonesia: Í-kho-lé
IPA: kira-kira /ˈixole/ atau /ˈihole/
Suku kata: hí-jo-le
Tekanan: di suku kata pertama, hí
Untuk penutur bahasa Indonesia, justru kata inilah yang paling banyak menjebak. Ada empat hal yang harus dibereskan sekaligus.
Pertama, huruf h di awal itu tidak dibunyikan. Dalam bahasa Spanyol huruf h selalu bisu, sedangkan dalam bahasa Indonesia huruf h justru terdengar jelas (hujan, hari, hitam). Inilah gangguan bahasa ibu nomor satu di kata ini. Jangan bilang “hi-jo-le”. Mulailah langsung dari vokal i.
Kedua, huruf j di sini bukan j seperti pada jalan. Huruf j Spanyol adalah bunyi geseran dari pangkal tenggorokan. Bunyi terdekat yang sudah kamu punya adalah kh pada khusus, akhir, atau ikhlas. Jadi bagian tengahnya berbunyi seperti “kho”, bukan “jo”.
Ketiga, tanda aksen pada í menentukan letak tekanan. Kebiasaan bahasa Indonesia adalah menekan suku kata kedua dari belakang, sehingga banyak pemula membaca “hi-JO-le”. Yang benar adalah Í-kho-le dengan tekanan di depan. Aksen tertulis itu bukan hiasan, melainkan perintah.
Keempat, huruf e di akhir adalah e taling, bukan e pepet. Bunyinya seperti e pada sate, bebek, atau tempe, bukan seperti e pada beras atau kera. Bahasa Spanyol tidak punya e pepet sama sekali.
Coba ucapkan dalam tiga bagian yang jelas:
Í – kho – le
Kata ini memakai aksen tertulis di huruf í pertama:
Ejaan santai yang umum: hijole
Orang sering menghilangkan tanda aksen saat mengetik pesan atau menulis di media sosial, tetapi ejaan bakunya tetap híjole.
Tetapi híjole berfungsi sebagai satu kata seru yang utuh. Hafalkan sebagai satu kata reaksi, jangan diterjemahkan potong per potong.
Kabar baiknya: kelima vokal Spanyol (a, i, u, e, o) hampir sama dengan vokal bahasa Indonesia, jadi begitu masalah h dan j beres, sisanya mudah.
Arti 1: Híjole sebagai “Wah!” atau “Buset!”
Híjole bisa menyatakan rasa kaget seketika ketika si penutur melihat, mendengar, atau mengetahui sesuatu yang tak terduga.
¡Híjole! Hay muchísima gente.
Wah! Ramai banget orangnya.
¡Híjole! No sabía que vivías aquí.
Buset! Aku nggak tahu kamu tinggal di sini.
¡Híjole! Ya son las once.
Wah! Sudah jam sebelas.
Dalam contoh-contoh ini, híjole menandai detik ketika si penutur sadar bahwa kenyataan berbeda dari yang ia bayangkan.
Kagetnya sendiri bisa positif, negatif, atau netral.
¡Híjole! Qué bonito quedó.
Wah! Hasilnya bagus banget.Kaget yang negatif
¡Híjole! Está completamente roto.
Waduh! Rusak total.
Kaget yang netral
¡Híjole! No esperaba verte aquí.
Lho! Nggak nyangka ketemu kamu di sini.
Arti 2: Híjole sebagai “Waduh”, “Aduh”, atau “Yah”
Ketika si penutur menemukan adanya masalah, híjole bisa menyatakan rasa khawatir, simpati, atau prihatin.
¡Híjole! Perdí las llaves.
Waduh! Kunciku hilang.
—Mi coche se descompuso otra vez.
—Híjole, qué mala suerte.
—Mobilku mogok lagi.
—Waduh, sial banget sih.
Híjole, parece que va a llover.
Aduh, kayaknya mau hujan.
Di sini híjole bukan sekadar berarti bahwa informasinya mengejutkan.
Kata itu juga menyampaikan reaksi emosional si penutur terhadap masalah tersebut.
Tergantung situasinya, penutur bahasa Indonesia mungkin akan berkata:
Aduh.
Yah…
Kasihan banget.
Ya ampun.
Tapi menambahkan satu kalimat lagi akan membuat tanggapanmu terasa lebih hangat dan lebih jelas.
Contohnya: Híjole, lo siento mucho — “Waduh, aku turut sedih.”
Arti 3: Híjole sebagai “Banyak Banget” atau “Parah…”
Híjole bisa menegaskan kadar, jumlah, tingkat kesulitan, bau, harga, ukuran, atau kegawatan sesuatu.
¡Híjole, cuánta gente!
Buset, banyak banget orangnya!
¡Híjole, está carísimo!
Ya ampun, mahal banget!
Híjole, es un trabajo muy difícil.
Duh, itu pekerjaan yang berat sekali.
¡Híjole, qué fuerte huele!
Astaga, baunya menyengat banget!
Dalam contoh-contoh ini si penutur tidak hanya bereaksi terhadap adanya sesuatu, melainkan terhadap kadarnya yang di luar dugaan.
¡Híjole, cuántos libros!
Wah, bukunya banyak banget!Híjole + kata sifat
¡Híjole, está enorme!
Buset, gede banget!
Híjole + situasi yang sulit
Híjole, va a estar complicado.
Duh, ini bakal ribet.
Arti 4: Híjole sebagai “Hmm…” atau “Anu…”
Satu pemakaian yang sangat penting bagi pelajar muncul ketika si penutur ragu-ragu sebelum menjawab.
Dalam situasi ini, híjole… bisa menandakan bahwa:
si penutur tidak yakin
si penutur mungkin tidak setuju
si penutur mungkin harus menolak
kabarnya mungkin mengecewakan
si penutur sedang memilih kata dengan hati-hati
—¿Puedes ayudarme mañana?
—Híjole… no sé si pueda.
—Besok bisa bantu aku, nggak?
—Hmm… kayaknya aku nggak bisa deh.
—¿Te gustó mi idea?
—Híjole… creo que todavía necesita trabajo.
—Ideaku bagus nggak menurutmu?
—Anu… kayaknya masih perlu digarap lagi.
Híjole, está difícil decidir.
Hmm, susah juga milihnya.
Di sini menerjemahkan híjole sebagai “wah” akan terdengar aneh.
Jeda dan intonasinya menunjukkan bahwa fungsinya lebih dekat ke “hmm…”, “anu…”, atau “waduh, susah juga ya”. Fungsinya persis seperti duh atau aduh yang dipakai orang Indonesia untuk memperhalus penolakan.
Dengarkan baik-baik apa yang menyusul sesudahnya.
Si penutur mungkin sedang ragu, sedang memperhalus penolakan, atau sedang menjelaskan sebuah masalah.
Arti 5: Híjole sebagai “Ampun Deh!” atau “Ya Elah!”
Híjole juga bisa menyatakan rasa jengkel, kesal ringan, atau tekanan emosi.
¡Híjole! Otra vez se fue la luz.
Ya ampun! Mati lampu lagi.
Híjole, siempre llegas tarde.
Ampun deh, kamu telat terus.
¡Híjole! Se me olvidó enviar el correo.
Waduh! Aku lupa kirim emailnya.
Ungkapan ini bisa menunjukkan rasa jengkel tanpa perlu memakai kata kasar.
Kekuatannya sangat bergantung pada suara si penutur. Bisa terdengar bercanda, lelah, cemas, atau benar-benar kesal.
Híjole vs. No Manches: Apa Bedanya?
Baik híjole maupun no manches bisa diterjemahkan sebagai “wah”, “yang bener”, atau “ya ampun”.
Namun nada keduanya tidak persis sama.
| Ungkapan | Rasa intinya | Nada yang biasa |
|---|---|---|
| híjole | Ini bikin saya berhenti sejenak dan bereaksi | Kaget, khawatir, kagum, merasa berat, ragu-ragu |
| no manches | Ini melampaui batas yang bisa saya percaya atau terima | Tidak percaya yang kuat, takjub, mengkritik, atau jengkel |
⇒ Umumnya lebih lembut dan lebih luas
⇒ Bisa dipakai untuk membuka keraguan atau kekhawatiran
⇒ Mirip “wah”, “waduh”, “ya ampun”, atau “hmm…”No manches
⇒ Lebih langsung menyatakan rasa tidak percaya atau reaksi yang kuat
⇒ Mirip “yang bener?”, “nggak mungkin!”, atau “jangan bercanda deh”
Membandingkan Kedua Ungkapan dalam Situasi yang Mirip
Ya ampun, mahal banget!
⇒ Si penutur terkesima oleh harganya yang tinggi.¡No manches, está carísimo!
Yang bener, mahal banget!
⇒ Si penutur bereaksi lebih langsung dan lebih keras terhadap harganya.
Hmm… aku belum tahu bisa datang atau tidak.
⇒ Keraguan yang wajar sebelum jawaban yang sulit.No manches, no puedo ir.
Ya elah, aku nggak bisa datang.
⇒ Reaksi yang berbeda, bisa jadi rasa jengkel atau protes.
Kamu bisa belajar lebih jauh di panduan kami tentang arti no manches serta bedanya dengan no mames.
Kata ini tetap informal dan kedaerahan, tapi tidak punya kaitan dengan kata kasar seperti yang dimiliki no manches.
Híjole vs. Ay
Ay adalah kata seru Spanyol yang jauh lebih umum.
Kata itu bisa menyatakan rasa sakit, sedih, sayang, jengkel, kaget, dan banyak emosi lain di seluruh dunia berbahasa Spanyol. Kira-kira seperti aduh dalam bahasa Indonesia, yang juga bisa dipakai untuk apa saja.
Sebaliknya, híjole terasa lebih khas Meksiko atau kedaerahan, dan sering menekankan rasa kaget, khawatir, berat, atau ragu.
Aduh! Kakiku terluka.
⇒ Reaksi langsung terhadap rasa sakit.¡Híjole! ¿Te lastimaste?
Waduh! Kamu terluka?
⇒ Reaksi karena melihat atau mengetahui adanya masalah.
Keduanya kadang tumpang tindih, tetapi ay lebih universal dan jangkauan emosinya jauh lebih lebar.
Apakah Híjole Kasar atau Termasuk Kata Kotor?
Híjole biasanya tidak dianggap kata kotor.
Ini adalah kata seru sehari-hari yang penuh ekspresi.
Umumnya jauh lebih halus daripada ungkapan seperti:
chingado
pinche
Namun tidak kotor tidak selalu berarti pantas di mana saja. Bandingkan dengan buset atau anjir dalam bahasa Indonesia: tidak sekasar aslinya, tapi tetap tidak cocok dipakai dalam rapat resmi.
| Situasi | Bagaimana híjole terdengar |
|---|---|
| Ngobrol dengan teman | Alami dan ekspresif |
| Bicara dengan keluarga | Biasanya wajar |
| Obrolan santai di tempat kerja | Mungkin saja, tergantung tempat kerjanya |
| Presentasi resmi | Terlalu seperti obrolan |
| Tulisan akademis atau bisnis resmi | Biasanya tidak pantas |
Nada emosinya juga berpengaruh. ¡Híjole! yang diucapkan tajam bisa terdengar tidak sabar atau jengkel, meskipun katanya sendiri bukan hinaan serius.
Di Mana Híjole Dipakai?
Híjole paling lekat dengan bahasa Spanyol Meksiko.
Kata ini sering muncul dalam percakapan, film, televisi, komedi, dan konten internet Meksiko.
Ungkapan ini beserta variannya juga tercatat di beberapa wilayah lain di Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Meski begitu, jangan menganggapnya ungkapan universal yang dipakai semua penutur Spanyol dengan frekuensi yang sama.
Kalau kamu memakainya sendiri, bahasa Spanyolmu akan terasa kental nuansa Meksikonya.
Di Spanyol atau negara lain, penutur mungkin lebih memilih ungkapan seperti:
madre mía
anda
caramba
ay
Semuanya bukan padanan satu lawan satu. Pilihan yang alami bergantung pada negara, emosi, kelompok usia, dan situasinya.
Híjole, Híjoles, Íjole, dan Jíjole
Kamu mungkin akan menemukan beberapa versi dari ungkapan ini.
| Bentuk | Penjelasan |
|---|---|
| híjole | Ejaan baku utama yang dipakai kamus |
| híjoles | Varian ekspresif yang diperpanjang; biasanya bukan penanda jumlah benda |
| íjole | Varian yang mengikuti bunyi, tanpa huruf h di awal |
| jíjole | Varian ekspresif populer yang tercatat dalam bahasa daerah |
| hijole | Cara mengetik santai tanpa tanda aksen |
Apakah Híjoles Berarti Lebih dari Satu Híjole?
Tidak. Walaupun híjoles berakhiran -s, bentuk ini biasanya tidak berfungsi sebagai kata benda jamak biasa.
Ini adalah varian ekspresif yang terdengar lebih menekan atau lebih bersemangat:
¡Híjoles, está muy complicado!
Ya ampun, ribet banget!
Pelajar tidak perlu mencari arti harfiah yang terpisah. Baik híjole maupun híjoles sama-sama menyatakan reaksi emosional.
Dari Mana Asal Kata Híjole?
Híjole umumnya dianalisis sebagai gabungan dari:
anak laki-laki
+
-le
unsur penekan yang sering terdengar dalam ungkapan Meksiko
Dalam tata bahasa Spanyol biasa, le sering menjadi kata ganti objek tak langsung.
Namun dalam ungkapan Meksiko seperti ándale, órale, dan híjole, akhiran -le tidak selalu menunjuk pada orang atau benda tertentu.
Fungsinya menambah tekanan atau daya ekspresi.
Ada satu hal yang akan terasa akrab bagi penutur bahasa Indonesia: híjole sering dijelaskan sebagai bentuk perhalus dari umpatan yang lebih kasar, yaitu hijo de…. Mekanismenya sama persis dengan cara orang Indonesia mengubah anjing menjadi anjir atau anjay: kata aslinya dipotong dan dibelokkan bunyinya supaya tetap bisa melampiaskan emosi tanpa terdengar kasar.
Ungkapan modernnya bekerja sebagai satu kata seru yang utuh.
Akhiran -le itu bersifat ekspresif, bukan kata ganti biasa yang merujuk pada orang tertentu.
Asal-usul historis yang lebih dalam dari -le khas Meksiko ini telah dianalisis dengan berbagai cara oleh para ahli bahasa.
Bagi pelajar bahasa, kesimpulan yang paling berguna sederhana saja:
Contoh Percakapan Alami dengan Híjole
Kabar yang mengejutkan
Aku diterima kerja.B: ¡Híjole, felicidades!
Wah, selamat ya!
Harga yang bikin kaget
Biaya perbaikannya dua puluh ribu peso.B: Híjole, sí está caro.
Ya ampun, mahal juga ya.
Kabar buruk
Dompetku hilang di bus.B: Híjole, qué mala suerte.
Waduh, sial banget.
Ragu sebelum menolak
Besok boleh pinjam mobilmu?B: Híjole… mañana lo necesito.
Hmm… besok aku pakai sendiri.
Bereaksi terhadap hal yang berat
Kita harus menyelesaikan semuanya hari ini.B: Híjole, va a estar difícil.
Duh, ini bakal berat.
Kekaguman yang positif
Lihat pemandangan dari sini.B: ¡Híjole, está preciosa!
Wah, indah banget!
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
Kesalahan 1: Menghafal Híjole Hanya sebagai “Wah”
Híjole memang bisa menyatakan rasa kaget, tetapi juga bisa menyampaikan rasa khawatir, berat, ragu, kagum, atau jengkel.
Kesalahan 2: Mengabaikan Nada Bicara Si Penutur
¡Híjole! yang pendek dan naik biasanya terdengar kaget.
Híjole… yang lambat dan berjeda biasanya menandakan keraguan atau kabar buruk.
Kesalahan 3: Membunyikan Huruf H dan Salah Menaruh Tekanan
Ini kesalahan khas penutur bahasa Indonesia. Huruf h di awal harus bisu, huruf j dibunyikan seperti kh pada akhir, dan tekanannya jatuh di suku kata pertama karena ada aksen tertulis di í. Jadi Í-kho-le, bukan “hi-JO-le”.
Kesalahan 4: Menerjemahkan Hijo dan Le Secara Terpisah
Ungkapan modernnya berfungsi sebagai satu kata seru. Terjemahan kata per kata tidak akan menjelaskan cara pemakaiannya yang sebenarnya.
Kesalahan 5: Mengira Kata Ini Kasar
Híjole memang informal dan ekspresif, tetapi biasanya tidak dianggap kata umpatan yang berat.
Kesalahan 6: Menganggapnya Bahasa Spanyol Universal
Kata ini sangat lekat dengan Meksiko dan beberapa bagian Amerika Latin. Wilayah lain mungkin lebih suka kata reaksi yang berbeda.
Kesalahan 7: Menerjemahkan Semua Híjole dengan Kata yang Sama
Terjemahan Indonesia yang paling alami bergantung pada kalimatnya:
⇒ Wah, bagus banget!Híjole, perdimos el vuelo.
⇒ Waduh, kita ketinggalan pesawat.
Híjole… no estoy seguro.
⇒ Hmm… aku belum yakin.
Híjole, está muy difícil.
⇒ Duh, ini susah banget.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Híjole
Apa arti híjole dalam bahasa Indonesia?
Tergantung konteksnya, híjole bisa berarti “wah”, “buset”, “waduh”, “aduh”, “ya ampun”, “astaga”, atau “hmm”. Kata ini menyatakan reaksi emosional, bukan satu arti yang tetap.
Apakah híjole termasuk kata kasar?
Tidak. Umumnya ini kata seru informal yang tidak kotor. Terdengar terlalu santai untuk situasi resmi, tetapi jauh lebih halus daripada umpatan Meksiko.
Bagaimana cara melafalkan híjole?
Kira-kira dibaca Í-kho-le, dengan tekanan di suku kata pertama. Huruf h di awal tidak dibunyikan, dan j berbunyi seperti kh pada akhir.
Ejaannya híjole atau hijole?
Ejaan bakunya híjole, dengan aksen tertulis. Ejaan hijole sering muncul dalam tulisan santai di internet, tempat tanda aksen biasa dihilangkan.
Apa arti híjoles?
Híjoles adalah varian ekspresif dari híjole. Terdengar lebih menekan, tetapi akhiran -s biasanya tidak membentuk makna jamak yang biasa.
Apakah híjole bisa berarti “wah”?
Bisa. Kata ini sering berarti “wah” atau “buset” ketika bereaksi terhadap sesuatu yang mengejutkan atau mengagumkan.
Apakah híjole bisa berarti “waduh”?
Bisa. Kata ini bisa menyatakan kekhawatiran atau kekecewaan ketika si penutur mengetahui adanya masalah atau kejadian yang tidak menyenangkan.
Kenapa orang Meksiko berkata híjole sebelum menjawab?
Híjole… yang diperpanjang bisa menandakan keraguan, ketidakpastian, keputusan yang sulit, atau usaha memperhalus jawaban yang negatif.
Apa bedanya híjole dan no manches?
Híjole adalah reaksi yang luas dan relatif lembut untuk menyatakan kaget, khawatir, berat, atau ragu. No manches lebih langsung menyatakan rasa tidak percaya yang kuat, takjub, kritik, atau jengkel.
Apakah híjole hanya dipakai di Meksiko?
Kata ini paling lekat dengan bahasa Spanyol Meksiko, tetapi ungkapan ini beserta variannya juga tercatat di beberapa negara lain di Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Arti Híjole: Rangkuman
● Pelafalan: kira-kira Í-kho-le
● Terjemahan utama: wah, waduh, ya ampun, astaga, hmm
● Citra inti: ada sesuatu yang membuat si penutur berhenti sejenak dan bereaksi
● Emosi yang umum: kaget, kagum, khawatir, merasa berat, ragu, jengkel
● Nada: informal dan ekspresif, tetapi biasanya tidak kotor
● Wilayah: terutama bahasa Spanyol Meksiko
● Varian: híjoles, íjole, jíjole
● Ejaan: híjole adalah bentuk baku; hijole umum dalam ketikan santai
● Saran untuk pemula: pakai konteks dan intonasi untuk memilih terjemahan Indonesia yang alami
Ingat citra intinya: ada sesuatu yang membuat si penutur berhenti sejenak dan bereaksi.
Dari citra itu kamu bisa mengerti kenapa kata ini bisa menjadi “wah”, “waduh”, “ya ampun”, atau “hmm…” dalam bahasa Indonesia.
Apa Arti No Manches? No Manches vs. No Mames
Apa Arti ¿A Poco? dalam Bahasa Spanyol Meksiko?
Kenapa Orang Meksiko Bilang ¡Aguas!? Arti dan Asal-usulnya